SHOLAT JUM 'AT
















Kalau seandainya dalam pelaksanaan sholat jum`at, Imam / khotibnya melakukan tindakan fatal  seperti melakukan suatu hal (baik perkataan atau tindakan ) yang sekiranya mengakibatkan terputusnya Muwalah (kesinambungan) antara khutbah pertama dengan khutbah kedua atau  terputusnya muwalah ( kesinambungan )antara khutbah dengan sholatnya , lantas para jama`ah tidak mengulangnya dengan sholat dhuhur (karena tdk ada yang menghimbau ), maka siapakah  yang di mintai pertanggung jawaban di akhirat kelak ? , tentu jawabannya ialah : yang bertanggung jawab adalah orang yang mengerti tetapi diam (tidak menegur atau menghimbau agar mengulang sholat jum`at tsb dengan sholat dhuhur ) ,  ya !!! sing kena  inyong maning.  Duh Gust ngapuro kelepatan lan kelemahan iman kulo  sehinggo kerikuhan kulo dateng makhluk panjenengan  angluwihi kerikuhan kulo dateng panjenengan, ing mongko panjenengan meniko dzat ingkang paling berhaq untuk di rikuhi.

NB : Terjedanya / tersela - selai-nya antara Khutbah dengan sholatnya sehingga mengakibatkan terputusnya muwalah , ada kalanya di sebabkan oleh sukut (diam yg menurut urf di anggap lama )  dan ada kalanya di sebabkan oleh kalam / perkataan yang tidak ada kaitanya dengan kemaslahatan sholat , dan tentunya harus di bedakan antara kadarnya kalam dengan kadarnya sukut.

Al Kalam Asyaddu minas Sukut.
Kalam /pembicaraan itu  lebih berat resikonya dari pada sukut /diam.
Fafhamuu  yaa A`immatal jum`ati Wa yaa Khuthobaa`aha.
#edisi repot lan mumete dadi wong ngerti#

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Ngapak - Indonesia

Alhikmah 9

ALHIKMAH 13